Rabu, 19 Juni 2013

Kuliner di Kota Kabanjahe



Pecal Gang Singkat Kabanjahe itu memang luar biasa. Rasanya unik dan khas. Renyah banget. Sayurannya segar dan variatif. Lalu yang membuat tidak terlupakan adalah rasa sambalnya. Kacang tanah sebagai bahan utama sambalnya nampaknya memang dipilih yang paling bagus. Lalu kombinasi antara pedas, asin, asam dan manisnya sangat sinergis dan mencapai puncak kenikmatannya dalam mulut yang pelan mengunyah. Sekali sekali ada kesan rasa “bahing” ditutupi malu malu aroma lada hitam yang menggelora. Ahh nikmat banget, apalagi harganya hanya Rp 8.000,.per bungkusnya.
Tadinya aku hanya mau nyoba merasain saja. Cukup 2 atau 3 sendok. Tapi akhirnya, ludes habis. Tidak salah kalau saat ini primadona makanan di Kabanjahe adalah Pecal Gang Singkat. Terutama makanan yang pro kesehatan, pastilah pecal. Iya kan?

Anak Kekelengen

Cipt. P. Angelo P. K. Purba OFM Cap

oh kam anakku anak si kukelengi
janah kam nge anak si ateku jadi
ras totongku ras pedah si mehuli
berkat me kap tadingken kami

buah barangku kam nge galang gedangku
lanai min erdua-dua ukurndu
nggo jumpa kam ras teman geluhndu
pemeren dibata man bandu

mejuah-juah kam njabuken bana
usur kam ertoto man dibata
kutotoken cawir kam metua
sangap kena encari ….
jumpa bulan ras matawari

sora gendang ertongkih-tongkih
guro-guro aron penampen
la banci sirang mulih
adi la arah kematen

Karya si luar biasa, Bujur Pastor

Senin, 17 Juni 2013

Upacara Setelah Perkawinan Menurut Adat Karo



Sebagian orang mungkin menganggap bahwa acara pesta pernikahan adalah puncak dari acara pernikahan itu. Tetapi bagi masyarakat Karo, sesungguhnya acara/upacara yang dilakukan setelah perkawinan adalah upacara yang paling penting. Sebab melalui acara ini, seseorang yang telah/baru menikah tersebut dapat diterima di dalam keluarga barunya (keluarga suami/istri) sebagai anggota keluarga yang baru (diterima dalam komunitas). Selain itu, fungsi dari ritual ini juga sebagai pengikat persekutuan dan penyatuan nilai-nilai masyarakat Karo khususnya di dalam suatu keluarga yang baru saja melaksanakan pesta perkawinan adat. Oleh karena itu, di dalam paper ini akan dibahas sedikit tentang beberapa ritual yang dilaksanakan oleh masyarakat Karo sebagai ritus setelah perkawinan yang merupakan bagian dari ritus kehidupan masyarakat Karo.

Tahapan Pernikahan Secara Adat Karo

Adapun tahapan pernikahan yang dilakukan secara adat Suku Karo secara umum adalah sebagai berikut:
I. Persiapan Kerja Adat
1. Sitandan Ras Keluarga Pekepar
Tahapan ini adalah tahapan perkenalan antara keluarga kedua belah pihak yang akan melangsungkan pernikahan, sekaligus orang tua kedua belah pihak akan menyampaikan kepada “Anak Beru” masing-masing untuk menentukan hari yang baik untuk menggelar pertemuan di rumah pihak “Kalimbubu” untuk membahas rencana “Mbaba Belo Selambar”
2. Mbaba Belo Selambar
Dalam tahapan Mbaba Belo Selambar ini, tempat berkumpul, yaitu di rumah pihak “Kalimbubu”, dalam hal ini pihak laki-laki akan membawa makanan yang sudah dimasak lengkap dengan lauk yang akan menjadi makanan sebelum dilakukan pembicaraan mencari hari yang baik untuk melaksanakan tahapan “Nganting Manuk”
3. Nganting Manuk
Dalam tahapan ini akan membicarakan tentang utang-utang adat pada pesta perkawinan yang akan segera digelar, sekaligus merencanakan hari yang baik untuk melangsungkan pernikahan. Namun hari pernikahan tidak boleh lebih 1 bulan sesudah melaksanakan tahapan Ngantig Manuk.